Kalau kamu lagi belajar bahasa Jepang dan punya target tes dalam waktu dekat, JLPT mungkin jadi pilihan pertama yang terlintas. Wajar saja — JLPT memang yang paling dikenal. Tapi ada satu kendala yang sering bikin frustrasi: JLPT hanya diselenggarakan dua kali dalam setahun, yaitu di bulan Juli dan Desember. Artinya, kalau kamu mendapatkan kuota atau tidak sempat daftar, kamu harus menunggu enam bulan lagi. Nah, kabar baiknya: JLPT bukan satu-satunya jalur untuk membuktikan kemampuan bahasa Jepangmu. Ada banyak tes bahasa Jepang selain JLPT yang bisa kamu pertimbangkan — beberapa bahkan diselenggarakan lebih sering, lebih terjangkau, atau lebih relevan untuk tujuan spesifik seperti kerja atau visa.
Di artikel ini, Captain Labo akan merangkum berbagai tes bahasa Jepang selain JLPT yang perlu kamu tahu. Siapa tahu salah satunya justru lebih cocok dengan jadwal dan tujuanmu!
Masalah dengan JLPT: Dua Kali Setahun Itu Tidak Selalu Cukup
Bayangkan ini: kamu sudah belajar keras selama berbulan-bulan, tapi karena satu dan lain hal kamu melewatkan pendaftaran JLPT periode Juli. Kamu pun harus menunggu hingga Desember — enam bulan berlalu begitu saja. Bagi sebagian orang, ini bukan sekadar soal waktu. Ada yang kehilangan momentum melamar kerja, ada yang tertunda proses visa, ada yang harus menunda rencana studi.
Belum lagi, JLPT hanya mengukur kemampuan membaca dan mendengarkan, tanpa komponen berbicara atau menulis. Ini bukan berarti JLPT tidak berguna — banyak perusahaan dan institusi yang tetap mengakuinya sebagai sertifikat valid. Tapi untuk kebutuhan tertentu, seperti lingkungan kerja yang butuh komunikasi aktif atau bidang industri yang punya syarat tes spesifik, ada tes lain yang bisa lebih tepat sasaran.
Itulah mengapa penting untuk tahu bahwa ada tes bahasa Jepang selain JLPT yang bisa mengisi celah tersebut — baik dari sisi frekuensi ujian, cakupan kemampuan, maupun relevansinya dengan tujuanmu.
Baca Juga: Urutan Belajar Bahasa Jepang untuk Pemula: Mulai Dari Mana?
1. BJT (Business Japanese Test)
Bagi Labo Crew yang punya target berkarier di lingkungan profesional Jepang, BJT adalah nama yang wajib masuk radar kamu.
BJT atau Business Japanese Proficiency Test adalah tes yang dirancang khusus untuk mengukur kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Jepang di lingkungan kerja. Berbeda dari JLPT yang mengukur kemampuan umum, BJT fokus pada situasi nyata di tempat kerja: membaca email bisnis, memahami instruksi, hingga menyimak percakapan rapat.
Penyelenggara | Japan Kanji Aptitude Testing Foundation, diselenggarakan melalui sistem Pearson VUE (CBT) |
Frekuensi | Tersedia sepanjang tahun — kamu bisa daftar kapan saja sesuai ketersediaan pusat tes. Namun, setiap peserta hanya boleh mengambil tes sekali per tiga bulan. |
Level | Tidak ada level pilihan. Semua peserta mengerjakan tes yang sama, lalu hasilnya dikategorikan dalam 6 peringkat: J5 (terendah) hingga J1+ (tertinggi), berdasarkan skor 0–800. |
Materi | Tiga bagian: Listening Comprehension, Listening & Reading Comprehension, dan Reading Comprehension — semuanya berbasis situasi bisnis nyata. |
Kegunaan | Rekrutmen di perusahaan Jepang, promosi jabatan, poin tambahan untuk visa kerja (skor 480+ setara 15 poin imigrasi Jepang). |
Pengumuman Hasil | Skor informal langsung muncul di layar setelah tes selesai. Sertifikat resmi tersedia dalam beberapa hari kerja via akun Pearson VUE. |
Link Daftar |
Tips konkrit: Karena BJT berfokus pada bahasa formal dan keigo (bahasa hormat), pastikan kamu sudah fasih dengan ragam bahasa sopan sebelum mendaftar. Latihan dengan skenario bisnis nyata — seperti role play negosiasi atau membaca laporan sederhana — jauh lebih efektif dibanding sekadar menghafal kosakata bisnis.
2. J-Test (Test of Practical Japanese)
Kalau JLPT terasa punya celah besar antar levelnya, J-Test hadir untuk mengisi ruang tersebut. Tes ini mengukur kemampuan bahasa Jepang secara lebih kontinu sehingga cocok untuk siapa pun yang ingin melihat progres belajarnya secara berkala, dari pemula hingga mahir.
Penyelenggara | Japan Educational Exchanges and Services |
Frekuensi | 6 kali per tahun (sekitar dua bulan sekali) |
Level | Terbagi menjadi tiga kelompok tes: A-C Level (tingkat lanjut, setara N1-N2), D-E Level (tingkat menengah, setera N3-N5), dan F-G Level (tingkat dasar, setara N5). Tidak ada sistem “pilih level” seperti JLPT — kamu pilih kelompok tes, lalu skor menentukan grade. |
Materi | Membaca dan mendengarkan dalam konteks sehari-hari dan praktis. Soal mencakup kosakata, tata bahasa, membaca teks, dan menyimak percakapan. |
Kegunaan | Banyak digunakan oleh perusahaan manufaktur dan industri Jepang sebagai tolok ukur kemampuan karyawan non-Jepang. Juga diakui untuk keperluan masuk sekolah bahasa Jepang dan proses visa. |
Pengumuman Hasil | Sekitar 3 minggu setelah tes. Hasil bisa dicek online di situs resmi menggunakan nomor peserta. |
Link Daftar |
Tips konkrit: Karena J-Test sangat praktis dan kontekstual, cara belajar terbaik adalah dengan banyak terpapar bahasa Jepang sehari-hari — nonton drama, dengarkan podcast, atau baca berita ringan. Frekuensinya yang 6x setahun juga membuatnya ideal sebagai “checkup” kemampuan rutin di sela persiapan JLPT.
3. NAT-TEST
Bagi Labo Crew yang tinggal di Indonesia dan ingin tes bahasa Jepang, NAT-TEST adalah tes bahasa Jepang selain JLPT yang sangat relevan. Tes ini diselenggarakan di berbagai kota di Indonesia — termasuk di luar Pulau Jawa — sehingga lebih mudah diakses secara geografis.
Penyelenggara | Senmon Kyouiku Publishing Co., Ltd. (Tokyo), dengan mitra regional di berbagai negara |
Frekuensi | 6 kali per tahun (hampir setiap bulan, kecuali bulan tertentu tergantung jadwal pusat tes setempat) |
Level | 5 level: 5Q (setara N5/pemula) hingga 1Q (setara N1/mahir). Format dan tingkat kesulitan setara dengan JLPT. |
Materi | Tiga bagian: Grammar/Vocabulary, Listening, dan Reading Comprehension. Level 1Q dan 2Q fokus pada Language Knowledge, Reading, dan Listening. Level 3Q–5Q mencakup Vocabulary, Listening, dan Grammar/Reading. |
Kegunaan | Diakui oleh banyak sekolah bahasa Jepang, beberapa perguruan tinggi, dan lembaga penerima magang/kerja di Jepang. Cocok pula sebagai persiapan JLPT karena format soalnya sangat mirip. |
Pengumuman Hasil | Sekitar 3 minggu setelah tes. Hasil diumumkan di situs resmi berupa daftar nomor peserta yang lulus. |
Link Daftar |
Tips konkrit: Manfaatkan frekuensi NAT-TEST yang 6x setahun untuk membangun ritme belajar yang konsisten. Misalnya, ambil tes setiap dua bulan sekali untuk memantau perkembangan, dan gunakan hasil tiap sesi sebagai acuan materi yang perlu diperkuat — bukan sekadar mengejar kelulusan.
Baca Juga: Apa Itu NAT-TEST? Ujian Kemampuan Bahasa Jepang Selain JLPT
4. JFT-Basic (Japan Foundation Test for Basic Japanese)
Ini satu lagi yang relevan banget untuk Labo Crew yang punya rencana kerja ke Jepang melalui jalur visa SSW (Specified Skilled Worker) atau yang dikenal sebagai program Tokutei Ginou.
Pemerintah Jepang mensyaratkan tes kemampuan bahasa Jepang tersendiri untuk visa jenis ini, dan JFT-Basic adalah salah satu yang diakui secara resmi — bahkan lebih sering digunakan dibanding JLPT untuk jalur SSW tingkat dasar.
Penyelenggara | The Japan Foundation |
Frekuensi | Hampir setiap bulan — diselenggarakan di Jepang dan sekitar 13 negara di luar Jepang, termasuk Indonesia |
Level | Tidak ada pilihan level. Tes dirancang setara dengan kemampuan dasar (sekitar N4–N5 JLPT). |
Materi | Dua bagian utama: pemahaman bahasa (tata bahasa dan kosakata) dan komunikasi (mendengarkan dan membaca dalam situasi sehari-hari). Tes berbasis komputer (CBT). |
Kegunaan | Diakui secara resmi sebagai syarat bahasa Jepang untuk visa SSW (Tokutei Ginou). Hasil tes keluar langsung setelah ujian selesai. |
Pengumuman Hasil | Langsung (segera setelah tes selesai, skor muncul di layar). |
Link Daftar |
Tips konkrit: Kalau jalurmu ke Jepang adalah melalui program SSW, pastikan kamu mengecek persyaratan tes bahasa Jepang yang sesuai dengan bidang industrimu — karena tidak semua bidang mengharuskan JFT-Basic; beberapa menerima JLPT N4 atau N3. Jangan sampai sudah belajar keras tapi salah ujian!
Memilih Tes yang Tepat: Dari Mana Harus Mulai?
Setelah mengenal berbagai pilihan tes bahasa Jepang selain JLPT, mungkin kamu mulai bertanya: lalu tes mana yang sebaiknya aku ambil?
Jawabannya kembali ke tujuanmu. Coba tanyakan pada diri sendiri:
- Mau kerja di perusahaan Jepang? → Pertimbangkan BJT atau J-Test di samping JLPT
- Mau kerja ke Jepang via program SSW? → Mulai dengan JFT Basic
- Masih di tahap awal dan ingin ukur kemampuan? → NAT-TEST bisa jadi langkah pertama
Yang paling penting adalah memastikan proses belajarmu terarah dan didampingi dengan benar, bukan sekadar menghafal soal. Karena tes bahasa Jepang apa pun yang kamu pilih, fondasi kemampuan yang kuat tetap jadi kunci utamanya.
Mulai Persiapanmu Bersama Edulabo
Setelah tahu berbagai pilihan tes, langkah selanjutnya adalah memastikan kamu punya persiapan yang tepat — bukan belajar sendiri yang akhirnya bingung arah.
Di Edulabo, kamu bisa belajar bahasa Jepang secara online dengan kurikulum yang terstruktur dan pengajar berpengalaman.
Yuk, bergabung dengan Labo Crew dan mulai perjalanan belajar bahasa Jepangmu sekarang! Untuk informasi kelas dan konsultasi langsung, kamu bisa menghubungi kami melalui WhatsApp di bawah ini. Jangan ragu untuk tanya — tidak ada pertanyaan yang terlalu kecil kalau tujuannya membawamu selangkah lebih dekat ke mimpimu. 🎌