Edulabo by KapanJepan

Sempat Ragu, Arka Buktiin Kalau Lulusan D3 Bisa Jadi Engineer di Jepang

Arka merupakan lulusan D3 Pembuatan Peralatan dan Perkakas Produksi (Teknik Mesin) dari Politeknik Astra. Saat ini, ia bekerja sebagai Mechanical Design Engineer di sebuah perusahaan manufaktur crane yang berlokasi di Shimane, Jepang. Menariknya, Arka baru beberapa bulan berangkat ke Jepang. Meski terlihat cepat, perjalanan ini bukanlah hasil keberuntungan semata, melainkan akumulasi dari persiapan panjang yang ia lakukan sejak masih sekolah.

Perjalanan Arka menuju Jepang dimulai saat ia mencoba menampilkan skill dan pengalaman secara profesional di LinkedIn. Tanpa ekspektasi besar, langkah ini justru mempertemukannya dengan tim KapanJepan yang kemudian menghubungkannya dengan lowongan yang sesuai.

Bagi banyak kandidat, momen ini sering menjadi titik balik, saat mereka sadar bahwa peluang kerja ke Jepang bisa datang ketika profil dan kesiapan sudah bertemu dengan kanal yang tepat. Proses rekrutmennya pun relatif singkat. Hanya melalui 1–2 kali interview, keputusan diterima sudah didapatkan dalam hitungan hari.

Relokasi yang Nyaman dengan Dukungan Perusahaan

Setelah dinyatakan diterima, proses pengurusan Certificate of Eligibility (COE) sebagai syarat utama visa kerja berjalan sekitar dua bulan. Perusahaan memberikan dukungan penuh, seperti tiket pesawat ke Jepang, akomodasi awal, dan persiapan kebutuhan dasar relokasi. Dengan semua kebutuhan awal yang sudah difasilitasi, Arka dapat langsung fokus beradaptasi dan memulai pekerjaannya sebagai engineer di Jepang.

Belajar Bahasa Jepang Sejak Dini & Fokus pada Core Skill

Perjalanan Arka ke Jepang tidak terjadi secara instan. Ia mulai belajar bahasa Jepang sejak SMK, secara otodidak. Awalnya hanya karena ketertarikan pada anime dan rasa penasaran terhadap huruf-huruf Jepang. Selain itu, Arka juga fokus memperkuat core skill di bidang Teknik Mesin sebagai fondasi untuk karier profesionalnya.

“Pas lulus SMK, saya sudah punya JLPT N4. Dapat N3 di semester 2 kuliah, sempat ikut N2 di semester 4 tapi belum berhasil. Mulai semester 5 fokus ke Tugas Akhir.”

Proses belajar yang konsisten inilah yang akhirnya menjadi modal besar saat kesempatan datang.

Langsung Terjun ke Genba

Meski baru sekitar dua bulan bekerja, Arka sudah langsung terjun ke Genba, yaitu lapangan produksi. Ia mengamati proses pembuatan crane secara langsung, mempelajari part yang digunakan, serta mencatat detail untuk memahami keseluruhan alur produksi. Sebagai Mechanical Design Engineer, tugasnya tidak hanya membuat gambar desain, tetapi juga memastikan desain tersebut realistis dan sesuai dengan kondisi produksi di lapangan. Bagi Arka, kesempatan belajar langsung dari Genba menjadi pengalaman berharga yang mempercepat pemahamannya.

Selain kemampuan teknis seperti CAD, Arka merasakan bahwa bahasa Jepang dan komunikasi memegang peranan sangat besar dalam pekerjaannya. Di kantornya, seluruh komunikasi menggunakan bahasa Jepang. Bukan sekadar bisa berbicara, tetapi mampu memahami konteks, maksud, dan cara berkomunikasi ala lingkungan kerja Jepang. Kemampuan inilah yang menjadi salah satu alasan utama Arka dipercaya dan diterima bekerja sebagai engineer.

Serunya Hidup di Jepang & Tantangan yang Dihadapi

Hal paling menyenangkan bagi Arka adalah ketika hobinya belajar bahasa Jepang akhirnya menjadi bagian dari pekerjaannya. Ia juga menikmati pengalaman hidup di Jepang, merasakan empat musim, serta menjelajahi Shimane yang kaya akan budaya dan sejarah.

Namun, tantangan tetap ada. Sebagai pekerja asing dengan visa gijinkoku (engineer), ekspektasi perusahaan cukup tinggi. Adaptasi terhadap komunikasi bisnis Jepang menjadi tantangan tersendiri di awal. Meski demikian, dengan kemauan belajar dan sikap terbuka, Arka perlahan mampu menyesuaikan diri.

Bagi Arka, langkah pertama yang paling penting adalah percaya diri. Meski hanya lulusan D3, baru memiliki JLPT N3, dan pengalaman kerja yang masih terbatas, ia memilih untuk tidak minder. Di usia yang relatif muda, Arka justru menantang dirinya sendiri untuk meraih visa engineer, sesuatu yang dulu terasa sangat jauh dan hampir mustahil.

“Keberuntungan = kemampuan + kesempatan. Kalau kesempatan belum datang, asahlah kemampuan.
Saat kesempatan tiba, itulah keberuntungan.” — Arka

Cerita Arka menunjukkan bahwa langkah kecil hari ini bisa membuka peluang besar di masa depan, asal kamu berada di ekosistem yang tepat dan terus mempersiapkan diri. Kalau kamu ingin mulai membuka peluang kerja ke Jepang, kamu bisa mulai dengan:

  • Melihat lowongan yang sesuai dengan latar belakangmu
  • Mengukur kesiapan bahasa Jepang secara bertahap
  • Memahami jalur kerja yang realistis untuk profilmu

📌 Informasi lowongan kerja Jepang bisa kamu temukan di www.kapanjepan.com
📌 Untuk yang ingin memperkuat bahasa Jepang, kelas Edulabo bisa jadi salah satu opsi belajar yang fleksibel. Silahkan klik di sini untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang Kelas Bahasa Jepang Edulabo dan Persiapan JLPT.

Bukan soal seberapa cepat berangkat ke Jepang, tapi seberapa siap kamu saat kesempatan itu datang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *